Asian Cities:
Fostering Growth and Inclusion
ERNA WITOELAR
Asian Cities: Fostering Growth and Inclusion ERNA WITOELAR Asian - - PowerPoint PPT Presentation
Asian Cities: Fostering Growth and Inclusion ERNA WITOELAR Asian Cities: Fostering Growth and Inclusion KEY QUESTIONS: 1. The Nature of Urbanization in Asia & elsewhere. 2. Implications of urbanization patterns for cities role as engines
ERNA WITOELAR
KEY QUESTIONS:
engines of growth & job creation
Inclusion
There are two understandings of the meaning of urbanization: 1) the rapid movements to cities / urban areas; 2) urbanizing rural areas:
development processes, as they are interdependent & interrelated. They should also be more interconnected.
picture” (regional development) and “small picture” (human settlements) → they need a holistic AND people-centered approach. Both are also well recognized in the Sustainable Development Goals.
economic, socio-cultural, and environmental planning. Many problems with urbanization today comes from not implementing these pillars of sustainable development at the same time.
a proper spatial plan, creating disorganized & sometimes messy cities
resilience can actually go hand-in-hand and strengthen each other. This concept of sustainable development has existed since 1987, followed by several global agenda with many policy options to choose from.
URBANIZATION ELSEWHERE IN ASIA: (from UN Habitat presentation on the NUA - New Urban Agenda, 2016)
not sequentially… Much of our development challenges in Asia were still suffering from previous “top-down” political habits and “trickle down” economic practices: growth first, equitable later.
big players, while small ones get charity. Hence the severe natural resource destruction and climate change caused disasters for decades.
nor big companies only. There are tens/hundreds of thousands of jobs created by small & medium size companies, micro enterprises, self- employments, etc. They lessen the burdens of governments’ budgets.
also need to empower them to create / make their own jobs. Give them the “ease of doing business” (now given a lot to investors), facilitate their business locations with affordable infrastructure, cut down red tapes, etc.
AND inclusion. Many non-traditional, new, different, creative & innovative ways of doing businesses are becoming engines of growth & job creators.
It should come together with participation, transparency, accountability AND multi-stakeholder partnerships, with governments as facilitators.
Agreements, Sendai Framework for DRR (all 3 since 2015) and the New Urban Agenda (2016). Pick anything most suitable to our needs.
They don’t have to be overwhelming, or all at once, they can build on previous works; they are about doing things better with more impact.
Integrate, collaborate, build dialogues and partnerships with multi- stakeholders having mutual interests. Collaborate with neighboring (urban or rural) regions with similar challenges & opportunities.
etc.) and any target groups (women, children, youth, vulnerable local communities, etc.) there are CSOs available for facilitating & empowering local communities.
governments, knowledge & data generation, monitoring & evaluation, capacity building with tailored trainings, analysis of good practices, etc.).
are increasing in commitments & actions for SDGs. Local government leaders can build equal partnerships with these non-state actors, through co-creation and people-centric to capture new ideas;
(from UN Habitat presentation on the NUA - New Urban Agenda and other global agreements, 2016)
*) Founder, Kemitraan Habitat ( Partnership for Sustainable Urban Development), Former UN Special Ambassador for MDGs in Asia Pacific, former Minister of Human Settlement & Regional Development. **) presented at the ADB Roundtable on: Asian Cities: Fostering Growth & Inclusion, Jakarta, 30Sept’19
11
Melalui proses yang a.l. diprakarsai asosiasi pemda global (UCLG), secara khusus pengembangan perkotaan ditargetkan di SDG 11 Namun langsung & tidak langsung menghasilkan dampak yang mendukung pencapaian Tujuan2 lain (SDG 6,7,8,9 dan SDG 12,13). Pengembangan wilayah di SDG 11 ditargetkan melalui perkuatan perencanaan antara kota dengan daerah sekitarnya secara partisipatif. Pengembangan wilayah juga secara eksplisit ditargetkan dalam pencapaian beberapa Tujuan lain, mis. pengelolaan SDA Terpadu (di SDG 6), pengelolaan ekosistem laut & pesisir (SDG 14), pengelolaan DAS & ekosistem hutan (SDG 15) dll
12
13
Kemitraan Multi Pihak / Lintas Pelaku untuk SDGs
Kemitraan lintas pelaku untuk penanggulangan masalah gizi & pangan Kemitraan lintas pelaku & lintas sektor untuk masalah pertanian Kemitraan lintas pelaku & lintas sektor utk sustainable community (masyarakat berkelanjutan) Kemitraan lintas pelaku & lintas sektor utk keadilan sosial & kemanusiaan Kemitraan lintas pelaku untuk HAM, standar buruh, lingkungan hidup dan anti korupsi Kemitraan lintas pelaku untuk integritas bisnis, pemberdayaan kaum muda & keberlanjutan Kemitraan lintas pelaku, lintas wilayah & lintas sektor untuk kesejahteraan sosial Kemitraan lintas pelaku untuk perbaikan tanggung jawab sosial perusahaan
Kemitraan berbasis keanggotaan
Membangun Kemitraan Multipihak berbasis SDGs
Pilih Tujuan/2 SDGs mana yang dijadikan prioritas karena sudah banyak/sedang dilakukan Pilih Tujuan2 berdampak langsung / tidak langsung dan perdalam keterkaitannya dengan Tujuan2 prioritas Temu kenali mitra yang tepat → bangun Kemitraan Lintas Pelaku, Lintas Sektor / Lintas Wilayah Bangun sinergi dlm kemitraan setara & saling memberi manfaat; juga memperluas / memperdalam dampak
Peluang KMP oleh Keterkaitan SDG 11 dengan SDGs lain
→ Bisa memperluas dan meningkatkan dampak pencapaian SDGs terkait
Bangun kepercayaan Kemitraan setara Partisipasi Akuntabilitas Manfaat Bersama
→Adanya interaksi antar pihak yang kurang baik sebelumnya bisa menyulitkan bangun kepercayaan →Hubungan transaksional antara pemberi dan penerima dana membuat ketidak setaraan → Memerlukan kepemimpinan yang partisipasif → Perlu tata kelola yang baik (good governance) → Perlu disepakati dari awal dan dipelihara
Peluang KMP dalam Pembiayaan SDGs
Laporan ICESDF *): Pendanaan publik & privat (filantropi/bisnis) secara global sebenarnya memadai guna memenuhi kebutuhan sumber daya bagi SDGs & bisa dimanfaatkan → namun perlu mengubah pola pendanaan / investasi sekarang Strategi yg ditawarkan ICESDF a.l. menyelaraskan investasi privat & SDGs → pemerintah menciptakan kerangka kebijakan yang mendorong investasi tsb Tata Kelola pendanaan penting diperbaiki: mengurangi korupsi & meningkatkan efisiensi sektor publik. Efektivitas unsur pendukung pendanaan sangat ditekankan;
menggalang sumber daya tambahan.
*) Laporan ICESDF / Intergovernmental Committee of Experts on Sustainable Development Financing, disampaikan di SU PBB 2014
Laporan ICESDF …lanjutan: Laporan ini juga menyoroti peran filantropi oleh yayasan, warga masyarakat & aktor non pemerintah yang telah makin maju dalam ruang lingkup, skala & kecanggihan. Tidak hanya sumber daya finansial, filantropi diakui memiliki modal intelektual, kapasitas teknis dan pengalaman kerja lapangan bersama masyarakat. Disoroti praktek kekakuan model pendanaan selama ini (seluruhnya publik / seluruhnya swasta) mengurangi efektivitas pendanaan. Solusinya a.l. mencampurkan pendanaan dari publik & privat (blended finance)
(disarikan dari tulisan Suzanty Sitorus “Siapa Akan Bayar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Aksi Perubahan Iklim”, majalah Prisma 2016)
SDGs
17 Goal, 169 Target, 241 Indicator
PILAR PEMBANGUNAN SOSIAL 5 Goal, 47 Target, 77 Indikator
Goal 1: Tanpa Kemisikinan; Goal 2: Tanpa Kelaparan; Goal 3: Kehidupan Sehat & Sejahtera; Goal 4: Pendidikan Berkualitas; Goal 5: Kesetaraan Gender;
PILAR PEMBANGUNAN EKONOMI 5 Goal, 54 Target, 71 Indikators
Goal 7: Energi Bersih & Terjangkau; Goal 8: Pekerjaan Layak & Pertum-buhan Ekonomi Goal 9: Industri, Inovasi & Infrastruktur; Goal 10: Berkurangnya Kesenjangan; Goal 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan;
PILAR PEMBANGUNAN LINGKUNGAN 6 Goal, 56 Target, 70 Indikator
Goal 6: Air Bersih & Sanitasi Layak; Goal 11: Kota & Permukiman yang Berkelanjutan Goal 12: Konsumsi & Produksi yg Ber-tanggung Jawab Goal 13: Penanganan Perubahan Iklim; Goal 14: Ekosistem Lautan; Goal 15: Ekosistem Daratan;
PILAR PEMBANGUNAN HUKUM & TATA KELOLA 1 Goal, 12 Target, 23 Indikator
Goal 16: Perdamaian, Keadilan & Kelembagaan yang Tangguh
(1) PAHAMI SDGs SECARA UTUH (2) PILIH PRIORITAS→ SASARAN KEPEDULIAN
(4) INTEGRASIKAN & KAITKAN DGN TUJUAN YANG BERDAMPAK
(dari bahan presentasi BAPPENAS, 2017)
(3) TETAPKAN TUJUAN YANG DIPILIH, DALAMI TARGET DAN INDIKATORNYA